
SURABAYA | TAGARINDONESIA.COM – Siapa yang tidak tahu Umar Patek. Semua orang pasti tidak asing dengan sosok Umar Patek yang dikenal sebagai salah satu pelaku Bom Bali 2002 kala itu.
Namun itu dulu. Tapi kini Umar Patek telah memulai hidup baru. Yakni sebagai pengusaha kopi.
Setelah menjalani hukuman penjara selama lebih dari satu dekade, Umar Patek kini merilis merek kopi bernama “Kopi Ramu 1966” sebagai simbol transformasinya.

Seperti diketahui Umar Patek adalah mantan teroris yang pernah menjadi buron internasional.
Setelah dinyatakan bebas bersyarat pada Desember 2022, Umar Patek kini aktif dalam program deradikalisasi dan menyatakan kesetiaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Usaha kopi yang ditekuni Umar Patek ini diberi nama “Kopi Ramu 1966”.
Kata “Ramu” diambil dari namanya, Umar.
Kata Ramu itu menggambarkan perubahan dari keahliannya dulu meramu bom dan kini jadi meramu kopi.

Resep kopi yang Umar Patek ciptakan merupakan warisan dari ibundanya.
Yakni dengan menggabungkan biji kopi dari Gunung Ijen dengan rempah-rempah khas Indonesia.
Adapun peluncuran merek kopi ini dilakukan pada awal Juni 2025 di Hedon Estate, Surabaya.
Dalam kesempatan dihadiri sejumlah tokoh penting.
Termasuk mantan Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Komjen Pol. Marthinus Hukom, Mantan Menteri BUMN era Presiden SBY, Dahlan Iskan, Owner Hedon Estate, drg. David Andreasmito.
Produk “Kopi Ramu 1966” kini dikembangkan di Surabaya, Jawa Timur.
Umar bekerja sama dengan drg. David Andreasmito yang merupakan seorang pengusaha asal Surabaya untuk mendirikan bisnis ini.

Transformasi Umar adalah bagian dari upayanya untuk menebus masa lalu dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Umar berharap bisnis kopi ini dapat menjadi sarana untuk menunjukkan perubahan dirinya kepada publik.
Kopi Ramu 1966 sendiri menawarkan berbagai varian seperti robusta, arabika dan kopi rempah yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan.
Dengan usahanya ini, Umar Patek berupaya membuka lembaran baru.
Meski jalan menuju penerimaan publik masih panjang, “Kopi Ramu 1966” menjadi simbol perubahan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
“Setiap orang pasti punya masa lalu. Kini saya pengen berubah. Tentu menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa memberikan banyak manfaat kepada masyarakat,” ujar Umar Patek kepada awak media tagarindonesia.com. (juna/ahmad ghufron)


















