
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Jelang lebaran, anggota Komisi XI DPR RI yang sekaligus Ketua BAKN (Badan Akuntabilitas Keuangan Negara) DPR RI Ir. Andreas Eddy Susetyo MM melakukan sidak pasar di Kota Malang, Jawa Timur Selasa (3/3/2026).
Sidak pasar dilakukan Andreas bersama dengan Bank Indonesia (BI) dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang dalam rangka merekam potret kondisi pedagang di pasar tradisional serta memonitor kondisi harga pangan yang menjadi rujukan pemerintah dalam pengendalian inflasi.
Dalam kesempatan itu, Andreas didampingi Kepala KPwBI Malang, Indra Kuspriyadi dan pejabat Dinas Pertanian dan Ketahangan Pangan (Dispangtan) Kota Malang.

Ketua BAKN (Badan Akuntabilitas Keuangan Negara) DPR RI Ir. Andreas Eddy Susetyo MM sidak ke Pasar Dinoyo
Ada tiga pasar tradisional yang di sidak oleh Andreas. Tepatnya Pasar Dinoyo, Pasar Klojen dan Pasar Tawangmangu. Selain itu, Andreas juga berkesempatan berdialog dengan paguyuban pedagang.
Dalam kesempatan itu, Andreas mengatakan bahwa rata-rata terjadi penurunan pendapatan yang didapatkan oleh pedagang.
“Hari terkonfirmasi lewat beberapa pedagang di tiga pasar, rata-rata pedagang mengalami penurunan pendapatan hingga turun 40 persen,” ujar Andreas Eddy Susetyo seusai sidak di Pasar Tawangmangu.
Terjadinya penurunan pendapatan, kata Andreas lantaran menurunnya daya beli konsumen. Ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak baik-baik saja.
“Kondisi ini menjadi masukan bagi TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) yang akan dirapatkan besok,” ucap Andreas yang merupakan Politisi PDIP ini.
Andreas mengungkapkan ada fakta unik adanya temuan konsumen yang sangat fanatik terhadap salah satu merek beras. Mengingat beras menjadi kebutuhan utama bahan pangan pokok.
“Ini juga terkonfirmasi di lapangan bahwa ada konsumen yang sangat fanatik terhadap salah satu merek beras. Jadi mereka tidak mau beli beras merek lain. Ini menjadikan beras tersebut langka di pasaran,” tutur Andreas.

Ketua BAKN (Badan Akuntabilitas Keuangan Negara) DPR RI Ir. Andreas Eddy Susetyo MM didampingibKepala KPwBI Malang, Indra Kuspriyadi berdialog dengan perwakilan paguyuban Pedagang Pasar Dinoyo
Sementara itu, Kepala KPwBI Malang, Indra Kuspriyadi menambahkan pada Februari 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,74 persen.
Dengan kondisi tersebut, Kota Malang mengalami inflasi tahunan sebesar 4,81 persen (yoy), berada di bawah inflasi tahunan Jawa Timur sebesar 4,88 persen (yoy). Hanya saja angka itu di atas inflasi tahunan Nasional sebesar 4,76 persen (yoy).
Terjadinya inflasi lantaran Kota Malang bukan daerah penghasil pangan. Tapi sangat menggantungkan pasokan bahan pangan dari luar daerah.
“Yang perlu diwaspadai memang kenaikan harga beras dan cabe yang naiknya signifikan,” pungkasnya. (Red/gus)


















