IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Percepat Pemulihan, Mensos Gus Ipul Jenguk Santri Korban Reruntuhan Pondok Al-Khoziny

  • Bagikan
banner 468x60

SIDOARJO | TAGAR INDONESIA.COM – Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang menjabat sebagai Menteri Sosial RI mengunjungi salah satu santri korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran Sidoarjo.

Santri itu bernama Syehlendra Haical Aditya, di RSUD R.T Notopuro, Sidoarjo, Jawa Timur, Jum’at (10/10/2025).

Mantan Wagub Jatim ini tiba di lokasi RSUD sekitar pukul 8.16 WIB dan langsung menuju ruangan HCI.

Di tempat itulah Haical tengah dirawat.

Setiba di ruangan HCI, Gus Ipul mengajak Haical untuk mengobrol dan memberikan semangat.

Maklum, Haical terpaksa kakinya diamputasi karena luka infeksi paska tertimbun reruntuhan pondok yang ambruk.

“Kamu dapat salam dari Presiden (Prabowo Subianto), Presiden memberikan perhatian, memberikan atensi, makanya yang kerja keroyokan dari berbagai Kementerian, untuk mendukung Haical supaya cepat sehat,” ucap Gus Ipul sambil memberikan semangat kepada Haical.

Baca Juga:  KPK Jaring 16 Orang dalam Aksi OTT, Salah Satunya Bupati Tulungagung

Sebelumnya, Gus Ipul yang pernah menjabat Walikota Pasuruan ini juga secara langsung juga menyaksikan proses evakuasi Haical oleh tim SAR, Rabu lalu (1/10/2025).

Haical sendiri tertimbun selama dua hari dan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, meskipun harus diamputasi kakinya.

Gus Ipul mengungkapkan Kemensos terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk memberikan penguatan kepada para korban.

“Sampai sekarang kita juga terus mendampingi, secara bersama-sama pada seluruh keluarga yang masih menunggu identifikasi yang dilakukan oleh Polda Jatim,” kata Sekjend PBNU ini.

Gus Ipul mengatakan ada tiga tahap yang dilakukan dalam penanganan korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny.

Pertama adalah tahap evakuasi dan kedaruratan.

Baca Juga:  Janggal, Retensi Arsip Minimal Lima Tahun Ketua Hakim Majelis KIP Rospita Vici Paulyn Anggap KPU Solo Sepihak Musnahkan Dokumen Ijazah Jokowi

“Saya ingin berterima kasih juga tim evakuasi, Basarnas, BNPB, Kepolisian, TNI telah bekerja dengan baik pada masa-masa evakuasi dan masa-masa kedaruratan,” tuturnya.

Setelah tahap evakuasi dan tahap kedaruratan, tahap terakhir adalah masa rehabilitasi dan rekontruksi.

Seperti diketahui, dalam kejadian ambruknya pondok mengakibatkan jumlah korban luka ringan sekitar 74 orang, korban luka berat 24 orang dan yang meninggal 63 orang.

“Semua ini tentu kita akan terus didampingi terus ya. Untuk sama-sama kita lakukan rehabilitasi, baik rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial,” ucapnya.

Selain memberikan perhatian dalam bentuk perlindungan dan jaminan sosial, kata Gus Ipul, pihaknya kedepannya keluarga korban juga akan mendapatkan pemberdayaan.

Baca Juga:  Mentan RI Jelaskan Penyebab Gagalnya Food Estate

Kemensos akan mendampingi keluarga terutama bagi keluarga para santri mengalami luka berat luka-luka lain yang memang memerlukan pendampingan sampai nanti tentu pemberdayaan.

” Jadi segala kebutuhan-kebutuhannya ini sesuai arahan Presiden, akan didukung sepenuhnya,” tegas Gus Ipul.

Diketahui, peristiwa ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, saat para santri menunaikan salat Ashar.

Diduga, pengecoran lantai atas yang dilakukan sebelumnya membuat pondasi tak mampu menahan beban sehingga bangunan ambruk hingga ke lantai dasar dan mengakibatkan sejumlah korban luka dan meninggal dunia (Red/Gus)

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta