
BATU | TAGAR INDONESIA.COM – Kreatifitas Pemdes Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji Kota Batu dalam menggali sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk mensejahterakan rakyatnya layak mendapatkan apresiasi.
Salah satunya yang terbaru adalah membuat kerjasama dengan pihak ketiga dengan mencetuskan wahana wisata Mikutopia untuk mendongkrak peningkatan PADes.
Sebab dengan wahana wisata ini, ratusan juta setiap tahunnya didapatkan dari sharing profit bagi hasil pendapatan untuk masuk ke kas desa menjadi salah satu sumber pemasukan PADes.
Tak hanya itu, dengan Mikutopia saat ini bisa menyerap sekitar 200 pekerja asli warga Desa Tulungrejo.
“Alhamdulillah meski belum dibuka sepenuhnya lantaran masih dalam tahap pembangunan Mikutopia sudah bisa menyerap 200 karyawan. Prediksi kami kalau wisata ini (Mikutopia) resmi jadi sepenuhnya bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 400 orang. Jumlah ini hampir 97 persen dari pegawai yang bekerja di Mikutopia,” ujar Kades Tulungrejo, Suliono kepada Tagar Indonesia Rabu siang (8/4/2026).
Dengan berdirinya Mikutopia, kata Suliono banyak manfaat yang didapatkan bagi Desa. Tak hanya penyerapan tenaga kerja, tapi juga Pendapatan Asli Desa (PADes) dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan seiring adanya wahana wisata Mikutopia.
“Jika diakumulasi dari berbagai sumber PADes dalam setahun APBDes yang dikelola pemdes Tulungrejo bisa mencapai 8 miliar,” tutur Suliono.
Uniknya, dari PADes salah satunya dari Mikutopia dipergunakan untuk Pemdes Tulungrejo membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di wilayah desa.
Program perlindungan tersebut menyasar sejumlah profesi yang memiliki risiko kerja tinggi namun seringkali belum menjamin jaminan sosial. Diantaranya buruh tani, tukang ojek, hingga pekerja pemecah batu.

Bahkan jumlah warga di tahun ini yang diikutkan mencapai 1.600 orang.
“Jumlah premi yang kami bayarkan per tahun sekitaran 400 juta. Kami bersyukur hal ini bisa ki lakukan karena desa-desa belum tentu bisa melakukan untuk memberikan perlindungan warga soal BPJS tenaga kerja,” kata Suliono.
Suliono menegaskan semua peningkatan PADes dialokasikan untuk berbagai program yang langsung memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain bantuan pangan dan BPJS tenaga kerja juga peningkatan SDM. Mengingat status Desa Tulungrejo sudah meningkat menjadi Desa Wisata Berkelanjutan.
“Jadi dana yang masuk ke kas desa semua dikembalikan ke masyarakat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Tentu harapannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap dia.
Untuk itu, lanjut Suliono pihaknya mengajak masyarakat untuk terus mendukung berbagai program pembangunan desa.
Karena berkat dukungan tersebut, Suliono mengaku sangat optimis Desa Tulungrejo dapat berkembang menjadi desa yang semakin mandiri dan berdaya.
“Dukungan seluruh masyarakat dan stakeholder banyak pihak sangat kami butuhkan agar Desa Tulungrejo semakin maju dan pendapatan desa bisa terus berkembang agar warga bisa berdaya dan mandiri,” pungkasnya. (Red/unik)


















