KUR BRI Kediri Tembus Rp1,05 Triliun, Disalurkan ke Lebih dari 22 Ribu Nasabah

  • Bagikan
banner 468x60

KEDIRI – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Branch Office Kediri telah menembus lebih dari Rp1,05 triliun hingga Agustus 2026. Pembiayaan tersebut telah menjangkau tak kurang dari 22 ribu nasabah, dengan sektor pertanian dan perdagangan menyerap lebih dari separuh total penyaluran.

Besarnya penyaluran tersebut menggambarkan tingginya kebutuhan pembiayaan produktif dari pelaku usaha dan masyarakat di wilayah Kediri.

Branch Office Head BRI Kediri Adi Nugroho mengatakan, penyaluran KUR tidak hanya diarahkan untuk memberikan akses modal, tetapi juga diikuti upaya pemberdayaan dan pendampingan.

“Kami berharap KUR dapat terus dimanfaatkan secara produktif untuk memperkuat dan mengembangkan usaha. Dengan pembiayaan yang disertai pendampingan, kami ingin semakin banyak pelaku UMKM seperti Pak Kukuh yang memiliki kesempatan untuk tumbuh dan naik kelas,” ujar Adi.

Baca Juga:  Kombes Raden Bagoes Resmi Pimpin Direktorat Siber Polda Metro Jaya, Kapolri Lakukan Rotasi Strategi

Salah satu penerima KUR tersebut adalah Kukuh, pemilik Warung Nasi Goreng dan Mie Pak Kukuh di Jalan Panjaitan, Kota Kediri.

Kukuh telah menjalankan usaha sejak 2000. Saat membutuhkan tambahan modal untuk membeli etalase, memperbarui alat penggorengan dan membenahi warung, ia memperoleh KUR sebesar Rp20 juta melalui BRI Unit Pasar Pahing Kediri.

Pembiayaan itu kemudian berkembang hingga fasilitas yang diterimanya mencapai Rp50 juta.

“Alhamdulillah, BRI banyak membantu usaha saya dan keluarga. Awalnya saya pinjam Rp20 juta dan sekarang sudah bisa sampai Rp50 juta. Warung saya bisa ramai seperti ini secara tidak langsung juga karena bantuan BRI,” kata Kukuh.

Menurut Adi, perjalanan usaha Kukuh menunjukkan bahwa pembiayaan dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kapasitas UMKM apabila dimanfaatkan secara tepat.

Baca Juga:  Diduga ada Monopoli Pendistribusian MBG, Ini Kata Satgas MBG Kabupaten Malang

“Kisah Pak Kukuh menunjukkan bahwa dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran KUR. Kami juga mendorong pemberdayaan, pendampingan usaha, serta edukasi finansial agar pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam pengembangan usaha, komunikasi antara Kukuh dan petugas BRI juga terus berlangsung. Pendampingan dilakukan seiring dengan perkembangan usaha keluarga tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta