
MALANG | TAGARINDONESIA.COM – Tim gabungan relawan UMKM yang terdiri dari berbagai Ormas seperti DPC. Projo Kabupaten Malang, DPC.Srikandi PP Kota Malang, Yayasan Matahari Indonesia, Glem Beauty, KTH. Tunggul Wulung, LMDH Wana Karya memberikan perhatian kepada pengembangan UMKM di sekitaran pantai selatan.
Ini dibuktikan dengan turun langsung memberikan pelatihan dan pendampingan UMKM, adapun kegiatannya akan dilaksanakan besok Minggu (20/07/2025) di Pendopo Pantai Taman Ayu Ngantep Desa Tumpak Rejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang.
Hal ini dilakukan dalam upaya membantu meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar naik kelas, khususnya bagi pelaku UMKM di Jalur Lintas Selatan yang menghubungkan akses antara pulau-pulau di Malang Selatan.
Sehingga bergerak untuk berputarnya roda perekonomian masyarakat desa kawasan hutan.
Pelatihan ini juga mendapatkan dukungan dari Media Online tagarindonesia.Com, ProKota.com, Projatim.id, Buserjatim.com.
“Saya berharap kegiatan pelatihan dan pendampingan UMKM yang digelar kali ini dapat diikuti UMKM sebanyak mungkin guna memberikan manfaat dan hasil yang baik bagi UMKM Malang Selatan dan semoga kerjasama antara pemerintah desa khususnya Pemerintah Desa Tumpak Rejo dan semua pihak dapat ditingkatkan lebih baik lagi” harapan Waris pelaku UMKM setempat
Kegiatan ini berlangsung di pendopo Pantai Taman Ayu Ngantep yang akan dilaksanakan dari pukul 10.00 Wib – Selesai.
Rencananya di ikuti 50 peserta UMKM yang belum mempunyai NIB (Nomor Induk Berusaha) dan tidak hanya terkait pengurusan izin saja,akan tetapi juga akan di isi dengan materi yang lain,diantaranya pemasaran produk secara digital dan tata kelola keuangan dasar bagi UMKM.
Acara rencananya akan dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Tumpak Rejo dan pihak terkait untuk memberikan dukungan, motivasi dan semangat bagi pelaku UMKM setempat.
“Inilah momentum bagi para pelaku UMKM untuk melangkah lebih maju dengan dukungan teknologi dan inovasi, sehingga produk-produk lokal kita bisa bersaing di pasar nasional bahkan global,” ujar Yuliani S.Pd selaku Narsum.
Tak hanya itu, pelatihan juga mencakup pembuatan QRIS agar setiap pelaku usaha dapat menyediakan sistem pembayaran digital yang lebih praktis dan modern sehingga memudahkan transaksi sekaligus meningkatkan profesionalitas usaha mereka. Semua peserta difasilitasi dalam proses pendaftaran hingga pendampingan teknis.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan skill digital, namun juga membuka kesempatan bagi UMKM untuk mendapatkan label halal.
Proses pendaftaran dan pembuatan QRIS yang diselenggarakan selama pelatihan diharapkan dapat terselesaikan dengan baik, sehingga pembuatan label halal bisa segera dilakukan pada kegiatan selanjutnya.
Langkah ini diharapkan dapat menambah kepercayaan konsumen, terutama di pasar domestik.
Pelatihan selama satu hari tersebut dibagi menjadi dua sesi setiap hari, sehingga peserta mendapatkan waktu yang cukup untuk mempelajari materi secara mendalam sekaligus mencoba praktik langsung.
Dengan sistem sesi bergantian, diharapkan seluruh materi dapat tersampaikan dengan efektif dan interaktif.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, diharapkan UMKM dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan mampu meningkatkan kualitas serta eksistensinya di pasar yang semakin kompetitif.
Dukungan dari Pemerintah Desa dan para relawan menjadi contoh sinergi yang solid antara sektor publik dan swasta dalam mendorong kemajuan usaha lokal. (Ghufron)














