
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Hujan deras mengguyur wilayah Kota Malang Rabu siang tadi (19/11/2025) mengakibatkan banjir di sejumlah ruas jalan dan permukiman warga.
Bahkan pantauan jurnalis media ini, sejumlah jalur poros di Kota Malang mengalami banjir dengan ketinggian sekitar 50- 70 centimeter.
Kondisi ini membuat Malang seperti di kepung banjir dan berubah menjadi wahana waterpark dadakan.
Seperti yang terjadi di Jalur Soekarno Hatta (depan RSUB), Jalan Ahmad Yani, Jalan Letjen S.Parman, Jalan Kedawung, Jalan Ciliwung, Jalan Galunggung.
Bahkan banjir tidak hanya terjadi di ruas jalan Poros Kota Malang. Akan tetapi sudah masuk ke permukiman warga.

Catatan Redaksi, ruas jalan ini sudah selama satu dekade menjadi langganan banjir.
Anehnya beberapa titik ini sudah beberapa kali dibangun proyek drainase Pemkot Malang yang menghabiskan anggaran puluhan miliar.
Tapi fakta di lapangan keberadaan proyek itu sepertinya gagal dan tidak mampu menyelesaikan persoalan banjir di Kota yang dikenal sebagai Malang Kota Bunga (Makobu) ini.
Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno mengatakan banjir yang terjadi di Kota Malang Rabu sore (19/11/2025) diakibatkan tingginya intensitas curah hujan.
Kondisi itu memicu peningkatan debit air pada drainase dan sungai di beberapa wilayah.
Akibatnya terjadi banjir di 16 titik hasil pantauan dari Pusdalops BPPD Kota Malang.
Data dari BPPD, 16 titik banjir yang telah terpantau yakni di Jalan A Yani, Jalan Ciliwung, Jalan Letjen S Parman, Jalan Candi Kalasan, Jalan Bantaran, Jalan Bantara II, Soekarno-Hatta (Suhat), Jalan Bunga Bunga, Jalan Kedawung, Jalan Kalpataru, Jalan Cengger Ayam, Jalan Cengger Ayam Dalam, Jalan Raya Galunggung hingga Jalan Raya Langsep.
“Curah hujannya lebat memicu meningkatnya debit air pada drainase dan sungai mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kota Malang,” ujar Prayitno.

Banjir itu tidak hanya menggenangi sebagian ruas jalan Poros Kota Malang akan tetapi juga melanda permukiman warga.
Parahnya, banjir Rabu kemarin mengakibatkan hampir setiap perempatan yang ada di Kota Malang mengalami kemacetan parah.
Media jurnalis ini, sempat terjebak kemacetan hampir satu jam di perempatan Blimbing dari arah LA Sucipto menuju ke Soehat Kota Malang.
“Pantauan pusdalops, ada 16 titik mengalami banjir. Banjir tidak hanya ke ruas jalan, tapi juga berdampak ke beberapa rumah,” pungkasnya. (Red/gus)


















