
SURABAYA | TAGAR INDONESIA.COM – Usai dilantik beberapa waktu lalu, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (PDIP Jatim) kini mulai membuka rekrutmen kader.
Rekrutmen kader inipun terbuka untuk semua kalangan agar bisa bergabung dan berkiprah di partai berlogo Banteng Moncong Putih ini.
Baik rekrutmen sebagai kader dan pengurus partai, baik di tingkat RW/dusun, kelurahan/desa, kecamatan, maupun melalui sayap dan badan partai.
Dalam rekrutmen ini, DPD PDIP Jatim membidik segmen generasi Z (Gen Z) yakni anak muda kelahiran yang kelahiran 1995-2012 untuk terlibat aktif.
“Silahkan datang dan silahkan bergabung. Bisa secara online maupun datang ke kantor-kantor partai yang ada di 38 kabupaten/kota se-Jatim. PDI Perjuangan adalah partai terbuka, ruang belajar dan ruang pengabdian yang tepat bagi semuanya, termasuk Gen Z, yang ingin berbuat nyata untuk masyarakat,” ucap Sekretaris DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono.
Deni Wicaksono, mengatakan masa depan demokrasi dan politik Indonesia sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda.
Tepatnya didalamnya Gen Z yang saat ini jumlahnya sangat dominan.
“Kami ingin Gen Z tidak melihat politik sebagai sesuatu hal yang kotor atau jauh dari kehidupan mereka. Justru dengan politik adalah alat untuk memperjuangkan nilai, gagasan, dan perubahan melalui kebijakan publik yang diinginkan masyarakat, termasuk Gen Z,” ucap Deni kepada awak media Jumat (30/1/2026).

Sekretaris DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono
Untuk itu, kata Deni, PDIP Jatim membuka ruang selebar-lebarnya bagi kalangan anak muda untuk terlibat aktif di PDIP tanpa harus memiliki latar belakang politik praktis.
Deni mengungkapkan kalangan Gen Z tidak perlu takut dalam berpolitik.
“Justru Gen Z itu kreatif, kritis, dan peka terhadap isu sosial. Mayoritas kita adalah generasi perintis yang ingin negeri ini lebih baik lagi. Itu modal besar untuk berpolitik secara sehat,” beber politisi muda alumnus Universitas Airlangga tersebut.
Adapun rekrutmen terbuka ini, lanjut Deni mencakup keikutsertaan sebagai kader partainya atau masuk ke jajaran pengurus struktural mulai dari tingkat anak ranting (RW/dusun), ranting di kelurahan/desa, pengurus anak cabang (PAC) di tingkat kecamatan.
Tak hanya itu, mereka nantinya juga bisa terlibat dalam berbagai sayap dan badan partai yang menjadi wadah aktualisasi minat dan keahlian.
Bahkan, PDI Perjuangan Jawa Timur juga punya sekolah partai yang siap menampung segala aktifitas terkait pendidikan dan pelatihan dalam bidang apapun dibawah Badiklat DPD PDI Perjuangan Jatim.
Deni membeberkan bagi GenZ yang ingin aktif belajar tentang kepemiluan ada Badan Pemenangan Pemilu (BP Pemilu).
Sehingga mereka nantinya bisa mengikuti proses penyelenggaraan Pemilu dan mengawal suara ada Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN).
Demikian pula, anak muda yang memiliki minat di bidang seni, budaya, dan kreativitas juga bisa bergabung di Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDIP.
“Demikian juga lanjut Deni, bagi Gen Z yang tertarik pada kerja-kerja kemanusiaan, solidaritas sosial, dan kebencanaan dapat berkiprah melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP,” tutur Deni.
“Yang ingin aktif kegiatan keagamaan Islam, ada Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi),” sambungnya.
Tak hanya itu, Deni menambahkan bagi anak-anak muda yang ingin belajar kepemimpinan dan organisasi, ada Taruna Merah Putih(TMP), Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem), Banteng Muda Indonesia (BMI).
Deni yang kini menjabat sebagai Wakil ketua DPRD Jatim itu mengatakan keterlibatan Gen Z dalam sayap dan badan partai juga menjadi sarana pendidikan politik yang lebih kontekstual dan dekat dengan realitas sehari-hari.
“Di PDIP Gen Z bisa belajar politik secara langsung, bukan teori. Belajar gotong royong, manajemen organisasi, hingga keberpihakan pada rakyat,” kata Deni.
Keterlibatan generasi muda dalam politik, lanjut Deni merupakan wujud keberanian untuk tidak bersikap apatis terhadap kondisi dan masa depan bangsa Indonesia.
“Politik itu berkaitan dengan kebijakan yang berdampak luas ke kehidupan rakyat. Dari lahir sampai meninggal, banyak sekali bagian kehidupan yang diambil dari kebijakan publik sebagai bagian dari proses politik. Jadi lebih baik Gen Z masuk, ikut mengawal, dan ikut menentukan arah,” tuturnya.
Deni pun mengajak generasi muda di Jawa Timur untuk tidak ragu bergabung dan berproses bersama partai yang di kini di pimpin anak kandung Presiden RI Soekarno yakni Megawati Seokarno Putri. (Red/gus)


















