IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Serap Aspirasi di Desa Permanu, Petani Keluhkan Sulitnya Mengajukan KUR di Bawah 100 Juta Tanpa Agunan Dihadapan Andreas Eddy Susetyo

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Reses anggota DPR RI Komisi XI Ir Andreas Eddy Susetyo MM juga menggelar serap aspirasi dengan ratusan warga Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (8/8/2026).

Selain reses, kedatangan Andreas ke Desa Permanu juga sekaligus memonitor realisasi bantuan Jalan Usaha Tani (JUT) yang sudah diberikan pada 2024 lalu.

Dihadapan Andreas, warga atau petani yang mendapatkan bantuan JUT mengaku senang lantaran jalan pertanian kini sudah bisa dilalui dengan leluasa meskipun dalam kondisi hujan. Kondisinya sangat berbeda ketika dulu masih tanah liat sehingga tidak bisa dilewati ketika hujan.
“Sampai sekarang bantuan JUT yang diberikan Pak Andreas tahun 2024 lalu masih berfungsi dengan baik. Alhamdulillah Terima kasih pak Andreas,” ucap warga Desa Permanu.

Baca Juga:  Hadiri Upacara Jalanidipuja di Pantai Balaikambang, Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo Serahkan Bantuan 1000 Paket Sembako

Disisi lain, kepada Andreas warga Desa Permanu juga menyampaikan keluhan soal susahnya pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dibawah 100 juta lantaran harus menyertakan agunan atau jaminan.

Padahal banyak sekali petani di Desa Permanu membutuhkan suntikan modal untuk memperkuat bisnis mereka.
“Kami mohon arahan Pak Andreas, sejatinya apa benar pengajuan KUR dibawah 100 juta harus pakai jaminan,” ucap Kepala Desa Permanu Edy Suharmaji dalam forum serap aspirasi di aula Desa Permanu Sabtu sore (8/8/2026).

Mendengar keluhan itu, Andreas Eddy Susetyo menegaskan sebenarnya KUR
dengan nilai dibawah 100 juta tanpa agunan atau jaminan.
“Harusnya boleh (KUR) tanpa jaminan. Jaminanya ya kelayakan usahanya,” tegas Andreas.

Baca Juga:  Berbagi Kurban di Hari Spesial Lahirnya Bung Karno, Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo Salurkan Bantuan Hewan Kurban 13 Sapi dan 9 Kambing

Andreas mengungkapkan keberadaan KUR memang sangat dibutuhkan untuk modal petani. Dengan demikian, para petani bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

Ini tidak terlepas dengan suku bunga yang hanya 6 persen per tahun.

Melihat fakta ini, kata Andreas, dirinya akan mencoba mengkoordinasikan dengan OJK dan pihak perbankan negara terkait pengajuan KUR. Sehingga harapannya petani di wilayah Malang ini bisa mendapatkan akser permodalan untuk meningkatkan usahanya. (Red/gus)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta