Ratusan Santri di Sidoarjo Alami Keracunan, Diduga Usai Santap Menu MBG

  • Bagikan
banner 468x60

SIDOARJO | TAGAR INDONESIA.COM – Suasana Pondok Pesantren Manbaul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo mengadakan gempar.

Penyebabnya ratusan anak diduga mengalami keracunan makanan yang disediakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bahkan Bupati Sidoarjo, Subandi turun langsung meninjau penanganan darurat ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika) yang diduga mengalami keracunan massal seusai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di depan area Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sidoarjo ketika meninjau para santri, Subandi memastikan pemerintah daerah bergerak cepat dan memberikan penanganan medis secara gratis serta menyeluruh hingga ratusan korban sembuh total.

Sedangkan ​hingga Selasa malam, pantauan jurnalis media ini jumlah korban yang dirawat khusus di RSUD Sidoarjo mencapai 203 santri dari total keseluruhan korban yang tersebar di 7 fasilitas kesehatan (Faskes) rumah sakit di Sidoarjo.

Baca Juga:  Histeris, Mobil MBG Nyelonong Tabrak Puluhan Siswa di SDN Kalibaru 01, Cilincing Jakarta

​Subandi mengatakan pihaknya memberikan prioritas utama dalam hal keselamatan jiwa para santri.

Subandi juga sudah menginstruksikan seluruh jajaran direksi rumah sakit dan tenaga medis untuk memberikan perawatan paling optimal dan maksimal hingga para santri sembuh total.

​”Semua pasien kami pastikan tertangani dengan cepat dan baik. Saya sudah minta kepada Dirut RSUD dan seluruh jajaran medis untuk memaksimal pelayanan. Tidak boleh ada kekhawatiran, penanganan akan dilakukan secara total sampai anak-anak (santri) kita benar-benar sehat dan diperbolehkan pulang,” ujar Bupati Sidoarjo, Subandi di RSUD RT Notopuro Sidoarjo.

​Subandi menegaskan pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Termasuk, rencana evaluasi dan pemeriksaan teknis terkait penyediaan menu makanan (SPPG/dapur penyedia) bersama pihak-pihak terkait pada hari berikutnya.

Baca Juga:  KPK Telusuri Aliran Dana Kasus Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

​”Pemeriksaan terhadap dapur SPPGnya pasti akan dilakukan,” beber Subandi.

Berdasarkan pantauan di lokasi hampir seluruh ruang IGD dan penunjang medis difokuskan untuk menstabilkan kondisi santri yang mengalami gejala mual, muntah, dan lemas itu.

Sedangkan pendataan Real-Time dadi pihak rumah sakit terus memantau perkembangan fisik para santri.

Hal itu, untuk memastikan tidak ada pasien yang mengalami dehidrasi berat atau komplikasi lanjutan.

Sedangkan ​total sementara korban terdata di seluruh faskes mencapai 324 santri:

​1. RSUD RT Notopuro Sidoarjo ada sebanyak 203 santri (Pusat Penanganan Utama)

2. ​RS Siti Hajar ada 57 Santri

3. ​RS Siti Fatimah ada 21 Santri

4. ​RS Delta Surya ada 14 Santri

Baca Juga:  PN Kota Malang Dituding Tidak Transparan, Ratusan Pemilik Apartemen MCP Lakukan Gerakan Perlawanan Menolak Adanya Eksekusi Pengosongan

5. ​RS Pusura Candi ada 13 Santri

6. ​RSU Bhayangkara Porong ada 8 Santri

7. ​Klinik Azka Medika ada 8 Santri

“Kami menghimbau para wali santri untuk tetap tenang. Karena seluruh biaya dan fasilitas penanganan telah ditanggung sertadikawal langsung oleh pemerintah daerah,” pungkasnya. (Red/gus)

Penulis: Agus PrasetyoEditor: Agus Prasetyo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta