Y37 di Tangan Nurcholis Sunuyeko: Dari Ruang Silaturahmi ke Kepedulian Alumni

  • Bagikan
banner 468x60

TAGARINDONESIA – Organisasi alumni tak selalu harus berkutat pada agenda reuni. Gagasan itu menjadi salah satu arah yang ingin dibawa Assoc. Professor Dr. Nurcholis Sunuyeko setelah dipercaya memimpin Y37, wadah mantan siswa SMA PPSP IKIP yang menjadi embrio SMA 8 Malang.

Rektor Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang itu melihat masih banyak persoalan alumni yang dapat ditangani melalui kekuatan jejaring. Karena itu, kepengurusan baru Y37 akan diarahkan untuk memperkuat hubungan antaralumni sekaligus menghadirkan program yang lebih menyentuh kebutuhan mereka.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah membangun sinergi dengan Himpunan Alumni SMA 8 Malang. Menurut Nurcholis, dua kelompok alumni tersebut mempunyai sejarah yang beririsan dan potensi besar untuk mengembangkan kegiatan bersama.

Program yang dirancang tidak hanya menyangkut aktivitas internal organisasi. Ia ingin Y37 mempunyai ruang untuk membantu alumni yang menghadapi persoalan dalam kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Baca Juga:  Berbagi di Moment Idul Adha 1447 H, Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo Bagikan Hewan Kurban 30 Ekor Sapi dan 30 KambingĀ 

“Yang dominan itu bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan mantan siswa. Itu yang harus kita pikirkan supaya mereka bisa lebih layak. Karena tidak semua mantan siswa itu dalam posisi yang bagus,” ujar Nurcholis.

Pandangan tersebut membuat agenda kesejahteraan alumni menjadi salah satu perhatian kepengurusan baru. Menurutnya, kondisi para mantan siswa tidak seragam. Ada yang telah memiliki pekerjaan dan kehidupan yang mapan, tetapi ada pula yang masih menghadapi persoalan ekonomi maupun pekerjaan.

Nurcholis ingin kekuatan jejaring alumni dapat digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan dukungan.

Selain alumni, perhatian juga diarahkan kepada guru-guru yang pernah menjadi bagian dari perjalanan sekolah. Para mantan guru, terutama yang sudah memasuki masa pensiun, akan menjadi bagian dari program sosial yang ingin dikembangkan.

Baca Juga:  Kolaborasi Apik Yayasan Masjid M.Cheng Hoo - DPD PITI Malang Raya Bagi Santunan Anak Yatim dan Guru

Salah satu gagasan yang disiapkan adalah dukungan pemeriksaan kesehatan secara berkala serta bantuan kebutuhan obat bagi para mantan guru.

“Supaya mereka para mantan guru check-up-nya juga bisa berjalan, bantuan obat, dan sebagainya,” kata Nurcholis.

Penguatan relasi antaralumni juga akan ditempuh melalui kegiatan yang lebih terbuka. Nurcholis menyebut kemungkinan menggelar pagelaran atau pertunjukan yang mempertemukan alumni dari berbagai angkatan.

“Seumpama membuat pagelaran atau pertunjukan apa. Semuanya akan disinergikan,” ujarnya.

Langkah tersebut sekaligus melanjutkan aktivitas sosial yang sebelumnya telah dilakukan Y37. Ketua Umum Y37 periode sebelumnya, Noor Sidharta, mengatakan organisasi tersebut selama ini cukup aktif menjalankan bakti sosial.

Perhatian terutama diberikan kepada mantan guru. Y37 juga pernah menyalurkan bantuan kepada alumni serta ikut bergerak ketika terjadi bencana alam.

Baca Juga:  Penggunaan Anggaran Desa Putat Lor Disorot Masyarakat, Warga Pertanyakan Kejelasan Anggaran Dana Desa 2024

Sidharta berharap kepengurusan baru dapat memperluas bentuk kegiatan tersebut. Ia menilai pengalaman dan jejaring yang dimiliki Nurcholis dapat menjadi modal untuk mengembangkan program Y37.

“Saya percaya Mas Nurcholis ini mempunyai aksesibilitas yang tinggi terhadap sumber daya. Jadi saya pikir insyaallah akan jauh lebih bagus, akan lebih banyak variasi kegiatannya,” kata Sidharta.

Y37 merupakan wadah silaturahmi mantan siswa SMA PPSP IKIP dari angkatan 1973 hingga 1980. Nama Y37 merujuk pada alamat sekolah di Jalan Jogjakarta Nomor 37.

Lokasi tersebut kini berada di Jalan Veteran, Kota Malang, yang menjadi lokasi SMA 8 Malang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta