Ancaman Banjir Mengintai, Tiga Pilar Lowokwaru Turun Tangan Benahi Drainase

  • Bagikan
banner 468x60

TAGARINDONESIA – Persoalan banjir di kawasan perkotaan tidak selalu disebabkan tingginya curah hujan. Saluran drainase yang mengalami pendangkalan, tumpukan sampah, hingga minimnya pengawasan terhadap gorong-gorong tertutup dapat memperbesar risiko luapan air. Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Kecamatan Lowokwaru menjelang puncak musim penghujan.

Melalui SINERGIGASS 3 PILAR (Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen), Minggu (8/11/2026), tiga unsur tersebut menggerakkan personel dan masyarakat untuk membersihkan saluran air di seberang Pertigaan Swalayan Sardo, Kelurahan Ketawanggede. Langkah ini menyasar sedimentasi dan sampah yang berpotensi menghambat kapasitas aliran drainase.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu melibatkan TNI, Polri, ASN Kecamatan Lowokwaru, ASN Kelurahan Ketawanggede, Dinas Lingkungan Hidup, Kelurahan Tangguh, Satlinmas, mahasiswa, serta masyarakat RW 01 dan RW 02.

Camat Lowokwaru, Yuyun Nanik Ekowati, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa persoalan drainase menjadi salah satu pekerjaan yang perlu mendapat perhatian di seluruh wilayah kecamatannya. Sebanyak 12 kelurahan di Lowokwaru memiliki titik-titik yang berpotensi mengalami genangan akibat kondisi saluran air.

Ketawanggede menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan penanganan karena sejumlah gorong-gorong mengalami pendangkalan. Bahkan, hujan yang belum terlalu deras sudah dapat menyebabkan air meluap.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi Danramil, Polsek, dan pemerintah wilayah. Di Ketawanggede ini memang masih banyak saluran yang mengalami pendangkalan. Saat hujan belum terlalu deras saja air sudah meluap, apalagi kalau hujannya sangat deras,” ungkap Yuyun.

Baca Juga:  Tak Terima Ucapan Menkop, Kader PDIP Laporkan Budi Arie Setiadi ke Bareskrim Mabes Polri

Ia berharap kegiatan pengangkatan sampah dan sedimentasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Pemerintah Kecamatan Lowokwaru berupaya menjadikannya agenda rutin yang menyasar kelurahan-kelurahan lain, terutama kawasan yang memiliki kerawanan banjir.

Namun, persoalan drainase tidak hanya berkaitan dengan kondisi saluran di lokasi yang dibersihkan. Lurah Ketawanggede, Mohammad Yusuf, S.E., mengungkapkan bahwa wilayahnya juga menerima aliran air dari kawasan hulu, termasuk Kelurahan Dinoyo. Kondisi ini membuat penanganan drainase membutuhkan koordinasi antarkelurahan.

“Airnya ini kiriman dari atas, dari Kelurahan Dinoyo. Harapan kami, terutama persoalan sampah, kalau di wilayah atas pembuangan sampah di saluran bisa dijaga, maka kami tidak akan terkena dampaknya,” kata Yusuf.

Menurutnya, masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa sampah yang dibuang ke saluran air tidak hanya berdampak pada lingkungan sekitar, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan di wilayah lain yang menjadi jalur aliran air.

Yusuf menjelaskan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut berawal dari koordinasi dengan Danramil pada Jumat (6/11/2026). Setelah menerima informasi mengenai rencana karya bakti TNI untuk mengantisipasi banjir, pihak kelurahan langsung mengoordinasikan pelibatan warga dan berbagai unsur kelembagaan.

Baca Juga:  Polres Malang Selidiki Bangunan Kandang Ayam Ambruk yang Menewaskan Dua Orang

Warga RT 01 RW 01 dan RT 01 RW 02, Kelurahan Tangguh, Satlinmas, Karang Taruna, mahasiswa KKN, serta ASN kelurahan ikut turun dalam kegiatan tersebut. Yusuf yang baru sekitar dua pekan menjabat sebagai Lurah Ketawanggede menyambut baik keterlibatan lintas unsur tersebut.

Ia juga berencana mengintensifkan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga saluran air agar tidak terjadi luapan yang mengganggu badan jalan dan arus lalu lintas ketika hujan turun.

Dari sisi pengawasan, Kapolsek Lowokwaru AKP Yuli Widodo, S.H., M.H., mengingatkan persoalan gorong-gorong yang sudah tertutup dan tidak memiliki akses kontrol memadai. Kondisi tersebut dapat membuat masyarakat kesulitan memantau keadaan saluran, termasuk ketika terjadi penyumbatan.

“Kami sangat berharap sinergitas antara Forkopimcam, kecamatan, Danramil, dan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan terus terjalin. Apalagi sudah memasuki musim penghujan. Got-got yang selama ini kurang terawat perlu dibersihkan sejak dini,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan akses kontrol pada saluran tertutup perlu menjadi perhatian. Pemeriksaan berkala diperlukan agar gangguan pada drainase dapat diketahui tanpa harus menunggu air meluap ke permukaan.

Sementara itu, Danramil Lowokwaru Kapten Infanteri Faisal Pelu menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI bersama unsur pemerintahan dan kepolisian dalam mengantisipasi dampak curah hujan tinggi.

Baca Juga:  Wujudkan Indonesia Bersih Narkoba, Kepala BNN RI Beberkan Strategi P4GN kepada Peserta Diklat Sespimti

Menurutnya, saluran irigasi dan drainase yang tidak berfungsi optimal berpotensi menimbulkan persoalan berantai. Selain genangan, luapan air di kawasan jalan dapat memicu kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami bersinergi dengan Bu Camat dan Pak Kapolsek dalam rangka mengantisipasi turunnya curah hujan yang tinggi yang kemungkinan berdampak pada banjir. Kami berupaya melakukan kegiatan bersih-bersih, terutama di saluran irigasi yang apabila terjadi banjir bisa mengakibatkan kemacetan,” jelas Faisal.

Ia menegaskan, TNI tidak dapat melaksanakan penanganan lingkungan secara sendiri. Dukungan kepolisian, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat menjadi bagian penting agar kegiatan di lapangan berjalan efektif.

“Kalau kami dari TNI tidak bisa jalan sendiri. Harus bersinergi dengan kepolisian dan pemerintah daerah, terutama kecamatan maupun kelurahan selaku pembuat wilayah langsung di lapangan,” tambahnya.

Kegiatan SINERGIGASS 3 PILAR di Ketawanggede mempertemukan dua kebutuhan penanganan sekaligus, yakni pembenahan fisik saluran air dan penguatan pengawasan lingkungan. Di tengah keterhubungan jaringan drainase antarkawasan, kebersihan satu wilayah turut menentukan kondisi wilayah lain yang menerima aliran air.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta