IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Presiden Prabowo akan Pergunakan Uang Rampasan CPO 13 T untuk Renovasi Sekolah dan Kampung Nelayan

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA | TAGAR INDONESIA.COM – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi dan memuji kinerja Jaksa Agung yang berhasil mengungkap kasus korupsi CPO dengan pengembalian uang ke negara sebesar Rp 13 triliun lebih.

Prabowo rencananya akan memanfaatkan uang rampasan Kejaksaan Agung dari kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak mentah kelapa sawit atau CPO dan turunannya pada industri kelapa sawit untuk renovasi sekolah dan kampung nelayan.

“Rp 13 T ini kita bisa memperbaiki dan merenovasi 8.000 sekolah lebih, dan kalau satu kampung nelayan kita anggarkan Rp 22 miliar itu berapa kampung untuk nelayan dengan fasilitas yang selama 80 tahun Republik Indonesia berdiri tidak pernah diperhatikan dan tidak pernah diurus,” ujar Prabowo dalam acara di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Baca Juga:  Dinilai Janggal dan Terkesan Ada Kepentingan Ekonomi Soal Pemotongan Pohon Beringin di Jalan Nasional Singosari, BBPJN Surabaya Pilih Bungkam

Melalui dana itu l, kata Prabowo pemerintah nantinya bisa memperbaiki dan membangun sekolah maupun desa-desa nelayan dengan fasilitas modern.

Rencananya sampai akhir 2026 pemerintah Prabowo akan mendirikan 1.100 desa nelayan tiap desa itu anggarannya Rp 22 miliar.

“Jadi Rp 13 triliun ini nanti kita bisa membangun 600 kampung nelayan,” tegas Prabowo yang juga Ketum Partai Gerindra ini.

Prabowo menjelaskan satu kampung nelayan itu biasanya terdiri dari 2.000 kepala keluarga.

Apabila satu kepala keluarga mempertimbangkan istri dan anak 3 anak itu akan terdiri dari 5.000 kepala per desa.

Apabila 1.000 kampung nelayan bisa terbangun melalui dana Rp 13 triliun, Prabowo memastikan pemerintah bisa membuat 5 juta orang Indonesia hidup layak.

Baca Juga:  Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Salurkan Zakat ke BAZNAS di Istana Negara

“Ini saya ibaratkan arti daripada uang yang nyaris hilang dan ini baru satu sektor kelapa sawit dan satu bentuk penyimpangan yaitu tidak diutamakan atau tidak dipatuhi kewajiban, untuk menyediakan kebutuhan bangsa dan negara padahal ini adalah bumi dan air,” pungkas Prabowo. (Red/Gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta