IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Bicara Kota Metropolitan, Ketua KADIN Kota Malang Joko Prihatin Menekankan Pentingnya Peran Media Wujudkan City Branding

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Banyak gagasan menarik yang dilontarkan sejumlah tokoh di Kota Malang dalam FGD Malang bersuara dengan tema “Menakar Arah Media Menyongsong Malang Kota Metropolitan” di Cafe Jeep Sawojajar Malang Selasa (30/12/2025).

Salah satunya disampaikan Ketua KADIN Kota Malang Joko Prihatin.

Joko Prihatin menilai Kota Malang menjadi Kota Metropolitan sudah sangat layak. Sebab Kota Malang bisa dibilang menjadi Kota Sentral atau jantungnya Indonesia di wilayah Jawa Timur.

Namun demikian, sebutan Kota Malang menjadi Kota Metropolitan sejatinya terlambat. Karena ada beberapa indikatornya sudah ada beberapa tahun yang lalu.

Salah satu indikatornya tingginya mobilitas dan urban penduduk di Kota Malang.

“Salah satu contoh saat penerimaan siswa baru ratusan ribu mahasiswa baru masuk di Kota Malang. Bahkan survei dari lulusan 10 orang, 3 diantaranya pulang kampung yang sisanya 7 memilih menetap di Malang. Ini menunjukkan Malang menjadi pilihan banyak orang sebagai tempat tinggal,” ujar Joko Prihatin saat menjadi narasumber pertama di FGD yang digelar Komunitas Malang Media (KMM).

Baca Juga:  Sajian Batamang Cafe & Resto Bikin Pengunjung Kian Nyaman di Kayutangan Heritage

Joko Prihatin menggambarkan Kota Malang seperti Kota Bandung. Khususnya dalam hal pariwisata dan budaya. Maka tak heran banyak bule wisatawan asing berkunjung ke Kota Malang.
“Bandung bisa disebut Paris Van Java Jawa Barat, kalau di Malang ya bisa dibilang Paris Van Java nya Jawa Timur,” ucap pria yang Juga Ketua DPD Golkar Kota Malang ini.

Berbicara arah media, kata Joko, pihaknya mengatakan hidup manusia sekarang dikendalikan algoritma. Karena sejak pandemi Covid 19, 80 persen hidup manusia sudah sangat bergantung pada gadget.

Untuk itu, peran media sangat penting dalam mewujudkan City Branding.

“Media selain sebagai pilar demokrasi juga memainkan peran penting. Bisa dibilang jadi tulang punggung urat nadi dalam pengambilan keputusan dalam kaitan City Branding,” ucap pria yang juga Ketua DPD Golkar Kota Malang ini.

Baca Juga:  Bupati Malang H.Sanusi Dukung Penuh Aksi Tanam 1000 Pohon yang akan Digelar Forum Malang Jurnalis di Peringatan HPN 2025

Namun demikian, lanjut Joko pihaknya berharap media di Malang tetap harus menyuarakan kritis dan yang membangun berdasarkan data data yang valid dalam proses pembangunan di Malang.

“Tidak semata-mata mengedepankan sensasi sehingga jadi berita tidak berimbang,” ucap Joko yang juga anggota Komisi A DPRD Kota Malang ini.

Untuk itu, Joko berharap harusnya Kominfo Kota Malang perlu intens dalam melakukan komunikasi dengan seluruh asosiasi media di Malang dalam rangka mewujudkan City Branding.

“Karena Kominfo dibawah koordinasi dengan Komisi A, bila perlu ada sinergi dengan kami. Karena strategi rekan rekan media menjadi pencerah branding city kota Metropolitan sangat diperlukan,” kata Joko.

Dalam kesempatan itu, Joko juga mengkritik problem Kota Malang sebagai Kota metropolitan. Mulai dari kemacetan, banjir lantaran minimnya serapan air.
Seperti di kawasan Tunggul Wulung dan Kedungkandang awalnya pertanian sekarang banyak berubah menjadi kawasan perumahan.

Baca Juga:  Kabel Udara, Ducting System, dan Ujian Kendali Ruang Kota Malang

“Kondisi ini memang tantangan menjadi Kota Metropolitan. Tapi solusinya memang harus dipecahkan bersama,” pungkas Joko Prihatin.

Acara FGD Malang Bersuara dihadiri puluhan media, ormas,GANN, GP Ansor hingga elemen mahasiswa. (Red/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta