IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Indra Kuspriyadi Resmi Dilantik Jadi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Mutasi pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang resmi berganti.

Ini seiring dikukuhkannya Indra Kuspriyadi sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Malang menggantikan Febrina yang telah menjabat sejak 2024.

Adapun proses pengukuhan berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Grand Mercure, Kecamatan Blimbing, Kota Malang Jawa Timur Rabu (11/2/2026).

Dalam prosesi pelantikan yang dipimpin Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, disaksikan secara langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Bupati Malang H.M. Sanusi.

Mengenai rekam jejaknya, Sebelum dipercaya memimpin BI Malang, Indra pernah menjabat di Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara.

Filianingsih mengatakan Indra sebagai salah satu sumber daya terbaik yang dimiliki Bank Indonesia.

Baca Juga:  Pantau Inflasi Jelang Lebaran, Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo dan BI Malang Sidak Tiga Pasar di Kota Malang

Indra dinilai memiliki pengalaman panjang di berbagai penugasan strategis. Termasuk sebagai Deputi Direktur Kantor Wilayah BI Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.

“Indra adalah salah satu putra terbaik BI yang sebelumnya telah mengemban berbagai penugasan, termasuk Deputi Direktur Kanwil BI Sumatera Utara dan Selatan,” ujar Filianingsih.

Dari pengalaman tersebut, kata Filianingsih diharapkan Indra mampu memperkuat peran BI Malang dalam menjaga stabilitas ekonomi wilayah.

Terutama melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis.

Dalam kondisi perekonomian global saat ini masih dibayangi ketidakpastian, kata Filianingsih pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan sedikit melambat menjadi 3,2 persen dibanding 3,3 persen pada 2025.

Baca Juga:  Inovasi Hotel Bumi Surabaya, Peduli Duafa dan Yatim-piatu Plus Kuiz Agama Berhadiah

Perlambatan itu dipengaruhi dinamika negosiasi tarif resiprokal Amerika-Indonesia serta kerentanan rantai pasok global.

Namun demikian, lanjut Filianingsih perekonomian nasional dinilai tetap berada pada jalur yang relatif aman.

Pada triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5,3 persen.

“Jadi peran BI di daerah sangat penting sebagai strategic advisor yang bersinergi dengan pemda,” pungkasnya.

BI juga terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pendekatan ekosistem yang menghubungkan UMKM, agregator, dan perbankan.

Selain itu, hilirisasi sektor pangan dan perluasan pasar ekspor menjadi fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Digitalisasi UMKM binaan juga terus diperluas agar mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya. (Red/gus)

 

Baca Juga:  Suasana Haru Bos Sritex Saat Putuskan PHK Ribuan Karyawan

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta