IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, BEM Malang Raya Gelar Demo

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota Malang, Jumat (10/4/2026).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik impunitas dan mandeknya penegakan hukum dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 14.30 WIB hingga 17.00 WIB ini dipimpin oleh koordinator lapangan, Moh. Fauzi.

Massa aksi melakukan longmarch dari Jl. Basuki Rahmat – Jl. Kahuripan – Jl. Tugu, sebelum kembali ke titik aksi.

Sepanjang aksi, mahasiswa menyuarakan tuntutan tegas: negara tidak boleh kalah oleh kekuatan yang melindungi pelaku kejahatan.

Baca Juga:  Gusdurian Kanjuruhan Geber Sarasehan Bersama Perempuan Lintas Agama Malang Raya

BEM Malang Raya menilai bahwa penanganan kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen negara dalam menegakkan supremasi hukum.

Upaya untuk menyeret kasus ke ranah peradilan militer dinilai sebagai bentuk kemunduran dan berpotensi melanggengkan impunitas.

Dalam pernyataannya, massa aksi menegaskan tuntutan utama sebagai berikut:

1. Mengadili pelaku di peradilan umum dengan pasal percobaan pembunuhan;
2. Mengusut aktor intelektual hingga tuntas;
3. Membentuk tim investigasi independen yang transparan;
4. Menjamin perlindungan dan pemulihan penuh bagi korban;
5. Mengakhiri impunitas dan mereformasi peradilan militer.

Mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar solidaritas, melainkan bentuk tekanan publik agar negara tidak abai terhadap keadilan.

Mereka juga mengingatkan bahwa kegagalan mengusut tuntas kasus ini akan semakin memperkuat ketidakpercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Baca Juga:  Misbakhun Terpilih Ketum SOKSI, Tegaskan Loyalitas ke Partai Golkar dan Dukungan Penuh Pemerintahan Prabowo-Gibran

Dalam kondisi hujan aksi berlangsung dengan tertib di bawah pengawalan aparat keamanan.

Namun demikian, gelombang tekanan dari mahasiswa dipastikan tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar ditegakkan tanpa kompromi.

“Jika hukum tunduk pada kekuasaan, maka rakyat akan berdiri melawan,” menjadi seruan yang menggema dalam aksi tersebut. (Red/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta