IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Marsalia, UMKM Binaan BRI yang Angkat Bordir Khas Malang ke Pasar Global

  • Bagikan
banner 468x60

TAGARINDONESIA – Ketekunan Sri Rahayu menjaga kualitas bordir handmade membawa UMKM Marsalia asal Kota Malang berkembang hingga pasar luar negeri. Usaha binaan BRI Cabang Malang Sutoyo tersebut kini dikenal sebagai salah satu produsen bordir khas Malang yang mampu bersaing di tengah maraknya produk pabrikan.

Usaha Marsalia dirintis sejak 2010 dari skala rumahan. Berbekal kemampuan menyulam yang dipelajari secara otodidak, Sri mulai menerima pesanan kecil dari lingkungan sekitar sebelum akhirnya berkembang menjadi usaha dengan ratusan produk.

“Awalnya hanya berangkat dari kesukaan membuat kerajinan tangan. Tidak pernah terpikir akan berkembang sejauh ini, tetapi karena banyak yang memesan, akhirnya saya tekuni dengan lebih serius,” ujar Sri Rahayu, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga:  Tiga Wisatawan Pantai Balaikambang Hilang Terseret Ombak

Kini Marsalia memiliki lebih dari 200 varian produk yang didominasi bordir handmade. Salah satu produk unggulan yang paling banyak dicari konsumen adalah daster berbahan katun Jepang dengan detail bordir khas yang dikerjakan manual.

Menurut Sri, kualitas pengerjaan menjadi hal utama yang dijaga sejak awal usaha berdiri. Karena dibuat secara handmade, setiap produk memiliki detail berbeda yang menjadi ciri khas tersendiri.

Marsalia juga melibatkan banyak perempuan di sekitar tempat usaha sebagai penjahit dan pembordir. Langkah itu dilakukan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan produksi, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi warga sekitar.

“Semua bordir dikerjakan tangan oleh ibu-ibu di sekitar sini. Saya ingin mereka juga punya penghasilan dan merasa diberdayakan,” jelasnya.

Baca Juga:  Dekatkan Layanan, Tugu Tirta Kembali Sapa Warga dengan Berbagi Bingkisan Lebaran Kepada Pelanggan MBR

Selain memproduksi pakaian bordir, Marsalia turut mengembangkan produk kreatif dari bahan sisa produksi. Kain perca dimanfaatkan menjadi tas, dompet, sandal, hingga berbagai aksesori yang memiliki nilai ekonomis.

Perkembangan usaha Marsalia semakin cepat setelah memperluas pola pemasaran melalui platform digital. Kehadiran Dany Ariyanto sebagai Marketing Manager sejak 2023 mendorong strategi pemasaran yang lebih modern melalui media sosial dan marketplace.

“Kami melihat potensi besar dari produk handmade ini. Dengan strategi pemasaran yang tepat, Marsalia bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan internasional,” ungkap Dany.

Saat ini produk Marsalia telah dipasarkan di berbagai gerai UMKM di Malang dan sejumlah daerah di Jawa Timur. Bahkan produk bordir handmade tersebut mulai menerima permintaan dari luar negeri, termasuk Dubai.

Baca Juga:  Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, BEM Malang Raya Gelar Demo

Bagi Sri, keberhasilan Marsalia menembus pasar internasional menjadi bukti bahwa produk lokal dengan kualitas handmade tetap memiliki tempat di tengah persaingan industri fashion modern.

“Harapan saya sederhana, Marsalia bisa terus bertahan, berkembang, dan memberi manfaat bagi banyak orang,” tutup Sri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta