
TAGAR INDONESIA.COM – Ratusan kepala daerah menjalani tes kesehatan yang digelar Kemendagri RI sebelum dilantik pada 20 Februari 2025 mendatang.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto mengungkapkan hari pertama tes kesehatan bagi kepala daerah terpilih, Kemendagri mengundang sebanyak 239 kepala daerah.
Hanya saja dari 239 undangan, ada 24 kepala daerah yang berhalangan hadir.
Sehingga jumlah kepala daerah yang ikut tes hari pertama sebanyak 215 kepala daerah.
“Dari 239 daerah yang diundang itu 24 baik kepala daerah maupun wakil kepala daerah itu tidak hadir. Ada yang sudah menyampaikan izin karena ada keperluan atau ada agenda yang mendesak yang mungkin akan diusahakan besok hari,” ujar Bima Arya di Kantor Kemendagri, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2025).
Disinggung soal hasil tes, Bima Arya mengatakan mayoritas hasil tes kepala daerah berlangsung dengan baik.
Bima mengatakan tak ada catatan khusus bagi para kepala daerah dan wakil kepala daerah menjelang pelaksanaan retreat di Magelang.
“Kami pantau tadi dari cek kesehatan, tes darah, tensi, dan lain-lain. Keseluruhan umumnya baik,” tutur Bima.
“Kalaupun tensi agak-agak naik sedikit itu biasa. Maklum karena lelah, kurang tidur, dan lain-lain tetapi tidak ada catatan khusus, tidak ada catatan khusus,” sambung Bima.
Namun demikian, Bima mengungkapkan ada beberapa kepala daerah yang memiliki riwayat operasi. Sehingga perlu mendapat atensi dari tim medis.
“Ada yang memiliki riwayat operasi, ada yang memiliki apa hal-hal yang perlu diatensi tim medis. Ini kami sangat serius untuk aspek kesehatan ini karena nanti selama tujuh hari mulainya itu sangat pagi sekali, 05.30, kemudian berakhir juga jam 21.00, jadi agak panjang. Jadi kita ingin semuanya prima kesehatan,” beber Bima.
Bima mengatakan tes kesehatan masih berlangsung sampai senin (17/2/2025) untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.
Bima Arya menyebut gubernur Jakarta terpilih, Pramono, sudah menyerahkan medical check-up ke pihaknya.
“Besok masih ada rangkaiannya dimulai jam 08.00 pagi untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua, Indonesia Timur. Kira-kira begitu,” pungkas Bima Arya. (Galih)


















