IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Dishub Garap DED, Pj Wali Kota Malang Pastikan Pembangunan Lahan Parkir Eks Mandiri Tak Merubah Bangunan Cagar Budaya

  • Bagikan
banner 468x60

TAGAR INDONESIA.COM – Usai melakukan pembebasan lahan parkir, Pemkot Malang selanjutnya akan fokus melakukan pembangunan di tahun 2025.

Namun demikian, Pj Iwan Dukung Pariwisata di Kota Malang memastikan pembangunan lahan parkir Kayutangan di eks Bank Mandiri Syariah akan tetap mempertahankan kondisi eksisting bangunan utama yang merupakan cagar budaya.

Iwan menegaskan proyek pembangunan lahan parkir ini merupakan bagian dari 11 program prioritas yang telah digagasnya ketika awal memimpin Kota Malang.

Iwan senantiasa berfokus pada pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Iwan mengaku akan mengawal percepatan pengadaan lahan hingga perencanaan teknis.

Setelah dibayar lunas oleh Pemkot Malang, Lahan parkir eks Mandiri Syariah seluas 1.334 meter persegi ini memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Baca Juga:  Laptop dari Axioo untuk Mendukung Pendidikan di Malang Autism Center

Iwan kurniawan bepesan agar pembangunan lahan parkir Kayutangan di eks Bank Mandiri Syariah tetap mempertahankan kondisi eksisting bangunan utama yang merupakan cagar budaya.

Hal ini bertujuan agar selaras dengan nilai-nilai histori dan konsep heritage yang lekat dengan Kayutangan.

Disamping itu, harapan utamanya tentu pembangunan lahan parkir ini juga untuk mengurangi kepadatan kemacetan di kawasan kayutangan.

“Bangunan ini akan memberikan warna terhadap kawasan wisata Kayutangan Heritage. Sehingga dalam menyusun DED tetap menjaga cagar budayanya, keamanan dan pencegahan apabila terjadi kebakaran, kenyamanan akses pengunjung, serta akses lalu lintas,” tutur mantan PJ Bupati Lebak ini.

Tak hanya itu, Iwan juga berharap gedung ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung Kawasan Kayutangan Heritage.
Bangunan utama agar dimanfaatkan sebagai fasilitas umum seperti pusat informasi dan toilet.

Baca Juga:  Ada Pendangkalan di Sungai Bango Pasca Longsor, Warga RT 02 RW 12 Kelurahan Pandanwangi Berharap Ada Pengerukan Agar Tak Ada Longsor Lagi

Dengan demikian, lanjut Iwan tetap ada kombinasi antara lahan parkir, pusat informasi, toiet, yang saling terhubung.

“Ini semua untuk mendukung suasana Kayutangan sebagai obyek wisata dan ke depan gedung ini bisa menjadi ikon juga di Kawasan Kayutangan Heritage,” kata pejabat di Kemendagri RI ini. (Ayub)

 

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta