IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Said : PDIP Jatim Minta Maaf dan Minta Seluruh Pihak Hormati Proses Hukum terkait Bupati Ponorogo

  • Bagikan
banner 468x60

SURABAYA | TAGAR INDONESIA.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur angkat bicara soal tertangkapnya Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Dimana dalam kasus ini, Sugiri diamankan saat KPK melakukan OTT.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah, pihaknya menghormati kewenangan dan proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK.

“Kami juga mengajak kita semua mengedepankan asas praduga tidak bersalah sampai yang bersangkutan dinyatakan bersalah melalui ketetapan hukum yang berkekuatan hukum tetap oleh pihak pengadilan,” ujar Said Abdullah.

Said menegaskan PDI Perjuangan Jatim menjunjung tinggi independensi KPK seperti yang diamanatkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan. Jadi PDIP sangat menjunjung tinggi sikap integritas. Sehingga tidak akan mempengaruhi, apalagi mengintervensi proses hukum.

Baca Juga:  Dukung Ketahanan Pangan, Danlanal Malang Pimpin Penanaman Sayur di Wisma Nala Batu

Said menegaskan DPD PDI Perjuangan Jatim mendukung pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. Sebab korupsi merupakan bentuk pengkhianatan kepercayaan rakyat, tentu saja perbuatan itu akan melukai kepercayaan yang diberikan oleh rakyat.
“Oleh sebab itu kami mendukung upaya berbagai pihak, apalagi oleh KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi,” tuturnya.

Said juga meminta maaf kepada warga Ponorogo. Mengingat Sugiri merupakan kader PDIP.

“Kami mohon maaf karena yang bersangkutan (Sugiri Sancoko) merupakan kader PDIP yang belum sepenuhnya amanah dalam memimpin, dan mencederai kepercayaan rakyat, beserta belum sepenuhnya menjalankan tanggung jawabnya untuk membawa warga Ponorogo sejahtera,” pungkasnya.

Untuk itu, Said mengaku akan terus melakukan evaluasi agar bisa memperbaiki kinerja para kader di masa mendatang. Sehingga harapannya peristiwa ini tidak terulang di kemudian hari. (Red/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta