
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Banjir hebat melanda Kota Malang pada Kamis sore (4/12/2025).
Banjir ini akibat derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kota Malang.
Bahkan pantauan jurnalis media ini, sejumlah jalur poros di Kota yang dikenal dengan Malang Kota Bunga ( Makobu) ini tergenang air dengan ketinggian rata-rata 70 centimeter.
Kondisi ini mengakibatkan sebuah jalur kendaraan mengalami lumpuh dan macet total beberapa jam.
Kondisi ini membuat kawasan Kota Malang berubah menjadi wahana waterpark dadakan.

Bahkan informasi yang didapatkan dari Pusdalops BPPD Kota Malang mencapai 39 titik.
Jumlah ini kian bertambah lantaran di banjir sebelumnya Rabu (19/11/2025) hanya 16 titik.
Adapun 39 titik banjir yang dicatat di Pusdalops BPBD Kota Malang tersebar di tiga kecamatan yakni di Kecamatan Lowokwaru, Blimbing dan Sukun.
Detailnya di Kecamatan Lowokwaru, banjir melanda wilayah EWS Sudimoro, pertokoan Sudimoro, Jalan Candi Kalasan, Jalan Bukit Barisan, Jalan Kebon Jeruk, 3 titik di Jalan Soekarno Hatta.

Kemudian di Jalan Bantaran, Jalan Akordion, Jalan Mawar, Jalan Melati, Japan Selorejo, Jalan Kalpataru, Jalan Cengger Ayam, Jalan Simpang Borobudur, Jalan Candi Waringin hingga Jalan Gajayana.
Kemudian Kecamatan Blimbing, banjir terjadi di EWS Blimbing, EWS Hartono, Jalan Ciliwung, Jalan Kedawung, Jalan Kedawung Gang II, Jalan Letjend S Parman, Jalan Letjend S Parman Gang I.
Kemudian di Jalan Karya Timur, Jalan Karya Barat, Jalan Letjend Sutoyo, Glintung Gang I, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Jalan Taman Siswa, Jalan Almunium, Jalan A Yani, Jalan Grindulu, Jalan Sulfat dan Jalan Sidomulyo.
Dan di Kecamatan Sukun, banjir melanda di EWS Bukit barisan, EWS Candi dan Jalan Terusan Sigura Gura.
Yang kian mengkhawatirkan Bahkan banjir tidak hanya terjadi di ruas jalan.
Akan tetapi sudah masuk ke permukiman warga. Salah satunya yang terparah di kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing ketinggian air mencapai 160 cm hingga meredam puluhan rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno mengakui bahwa banjir kali ini cukup menghawatirkan. Mengingat kedalaman air meningkat.
Bahkan ada yang mencapai ketinggian 160 centimeter ke rumah warga.
“Tadi kita pantau, di wilayah Kedawung sampai 140 centimeter dan di Kelurahan Purwodadi sampai 165 centimeter,” ujar Prayitno kepada awak media.
Anehnya beberapa titik ini sudah beberapa kali bangun proyek drainase yang menghabiskan anggaran puluhan miliar yang dikerjakan oleh dinas DPU Kota Malang. Tapi drainasenya seperti tidak berfungsi.
“Hujan intensitas lebat memicu meningkatnya debit air sehingga tidak tertampung pada drainase. Akibatnya banjir di sejumlah wilayah Kota Malang,” pungkas Prayitno.
Prayitno menegaskan banjir telah surut dalam beberapa jam. Saat ini petugas dari BPPD, dibantu TNI Polri, Kelurahan Tangguh dan dibantu warga melakukan pembersihan lumpur seusai banjir. (Red/gus)














