IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Di Balik Ketegasan dan Seragam Brimob, Ada Kepedulian untuk Anak-Anak Yatim di Bulan Ramadhan

  • Bagikan
banner 468x60

TAGARINDONESIA – Di balik wajah tegas pasukan berseragam, ada ruang empati yang sengaja dibuka di bulan suci Ramadhan. Suasana berbeda terlihat di Markas Komando Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jawa Timur di Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (13/3/2026). Puluhan anak yatim dari Yayasan Al-Mustofa hadir bukan sekadar sebagai tamu, tetapi menjadi pusat perhatian dalam momentum Safari Ramadhan yang digelar jajaran Brimob.

Kehadiran mereka di tengah barisan anggota Brimob menghadirkan nuansa hangat yang jarang terlihat di markas satuan elite tersebut. Tawa anak-anak, doa yang dipanjatkan bersama, hingga tangan-tangan yang saling menggenggam menjadi potret kecil bahwa institusi keamanan juga memiliki wajah kemanusiaan.

Dansatbrimob Polda Jawa Timur, Suryo Sudarmadi, hadir langsung bersama para pejabat utama Satbrimob. Dalam kesempatan itu, santunan diberikan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang ingin terus dijaga di tengah padatnya tugas menjaga keamanan masyarakat.

Baca Juga:  Meski Dilarang Ketum PDIP, Bupati Malang H. Sanusi Tetap Ikut Retret di Magelang

Menurut Suryo, Ramadhan menjadi pengingat bahwa tugas pengabdian tidak hanya soal menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga merawat nilai-nilai kemanusiaan.

“Momentum Ramadhan ini mengingatkan kita bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya melalui tugas keamanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial. Anak-anak yatim ini adalah bagian dari masyarakat yang juga harus kita perhatikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan anggotanya agar tetap peka terhadap dinamika global yang terus berkembang, karena situasi tersebut dapat berdampak pada kondisi keamanan di dalam negeri.

“Anggota harus terus mencermati situasi global yang berkembang. Tantangan keamanan ke depan semakin kompleks, sehingga soliditas dan kesiapsiagaan harus terus dijaga,” tambahnya.

Di tengah rangkaian kegiatan, lantunan shalawat dari tim banjari Batalyon B Pelopor menambah suasana religius di dalam markas. Sementara tausiyah yang disampaikan Ustadz Maliki An Naha’i mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai ruang memperkuat iman sekaligus memperluas kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga:  Bus Umroh Alami Kecelakaan, Inilah Data 6 Nama Korban Meninggal Dunia

Bagi anak-anak yatim yang hadir, momen ini bukan sekadar menerima santunan. Mereka mendapatkan pengalaman berbeda: duduk bersama aparat yang sehari-hari identik dengan tugas berat menjaga keamanan.

Salah satu pengurus Yayasan Al-Mustofa menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak asuhnya.

“Kami bersyukur anak-anak bisa merasakan kebersamaan di sini. Mereka tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga perhatian dan kasih sayang,” ujarnya.

Momentum seperti ini menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika tugas aparat keamanan, ruang kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat.

Ramadhan pun menjadi jembatan yang mempertemukan dua dunia: barisan pasukan penjaga keamanan dan anak-anak yang membutuhkan perhatian, dalam satu meja berbuka yang sama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta