IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

UIBU Luncurkan Mata Kuliah Kebudiutamaan, Siap Jadi Rujukan Perguruan Tinggi di Indonesia

  • Bagikan
banner 468x60

TAGARINDONESIA – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) secara resmi meluncurkan Mata Kuliah (MK) Kebudiutamaan sebagai mata kuliah elektif nasional pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Jumat (17/7/2026). Peluncuran ini menjadi langkah strategis UIBU dalam memperkuat karakter calon guru melalui internalisasi nilai-nilai kebudiutamaan yang menjadi identitas universitas.

Mata kuliah ini dirancang untuk membentuk guru profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Nilai-nilai yang diusung dalam MK Kebudiutamaan meliputi Ke-Indonesia-an, Kemanfaatan, Kepedulian, Kepatuhan, dan Kepatutan.

 

Rektor Universitas Insan Budi Utomo, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., mengatakan bahwa Kebudiutamaan merupakan seperangkat nilai luhur yang relevan untuk memperkuat pendidikan karakter, khususnya bagi calon guru.

Baca Juga:  Dukung Pendidikan di Malang, BRI Renovasi Ruang Kelas dan Perpustakaan MTs Sunan Bonang

“Kebudiutamaan mengandung nilai-nilai luhur yang perlu menjadi fondasi dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah kemanfaatan sebagai pandangan filosofis aksiologis. Pintar itu penting, tetapi apa artinya kepintaran jika tidak menghadirkan manfaat bagi orang lain. Karena itu, kami ingin calon guru tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memiliki orientasi untuk memberi manfaat,” ujar Dr. Nurcholis.

Ia menegaskan bahwa Mata Kuliah Kebudiutamaan tidak dirancang sebagai konsep yang eksklusif bagi UIBU.

“Mata kuliah ini bersifat inklusif. Nilai-nilai yang ada di dalamnya bersifat universal dan dapat diterapkan oleh perguruan tinggi mana pun di Indonesia. Kami berharap Kebudiutamaan dapat menjadi kontribusi UIBU bagi penguatan pendidikan karakter di tingkat nasional,” tambahnya.

Baca Juga:  Kasus Pengroyokan di Pantai Viral, Polres Malang Temukan 31 Wisatawan Positif Pakai Narkoba

 

Sementara itu, Koordinator PPG UIBU, Dr. Yulita Pujiharti, M.Kes., menjelaskan bahwa Mata Kuliah Kebudiutamaan telah melalui proses pengajuan dan kini resmi menjadi bagian dari Learning Management System (LMS) Program PPG.

Menurutnya, mata kuliah ini terdiri atas lima topik utama yang merepresentasikan nilai-nilai Kebudiutamaan. Pembelajaran kemudian ditutup dengan Aksi Kebudiutamaan, yaitu proyek nyata yang dilakukan secara berkelompok untuk menghadirkan solusi dan manfaat langsung di tengah masyarakat.

“Aksi Kebudiutamaan menjadi bagian penting dalam mata kuliah ini karena mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Dr. Yulita.

Dengan diluncurkannya Mata Kuliah Kebudiutamaan sebagai mata kuliah elektif nasional pada Program PPG, UIBU berharap dapat berkontribusi dalam mencetak guru-guru Indonesia yang tidak hanya profesional dalam mengajar, tetapi juga mampu menjadi teladan melalui karakter, kepedulian, dan kebermanfaatannya bagi masyarakat. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen UIBU untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang berakar pada nilai-nilai kebudiutamaan sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta