IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Disorot Publik, Dugaan Rehab Jalan Hotmix Kabupaten Malang Tidak Sesuai Spek

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (10, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

 MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Sorotan publik mengarah ke proyek pengaspalan Hotmix Rehab Jalan Asrikaton- Banjararum di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Sebab proyek pengaspalan hotmix yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang Tahun 2025, senilai Rp. 483.791.400 diduga kuat tidak sesuai spesifikasi.

Hasil investigasi jurnalis media ini, proyek pembangunan aspal hotmix dikerjakan CV Mitra Razulka Sakti dengan konsultan pengawas CV Sinan.

Proyek inipun diduga kuat adanya dugaaan pengurangan volume.

Temuan di lapangan panjangnya bertuliskan sekitar 300 meter dengan lebar sekitar 3 meter.

Hanya saja pekerjaan aspal Hotmixnya terlihat sangat tipis. Estimasi ketebalan aspalnya tidak lebih dari 2 cm.

Baca Juga:  Diduga ada Monopoli Pendistribusian MBG, Ini Kata Satgas MBG Kabupaten Malang

Padahal umumnya aspal standart jalan Kabupaten Malang tebalnya 3 cm.

Kondisi ini membuat kualitas jalan tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama. Selain tipis juga rawan kena genangan air pada musim hujan.

“Ya ini espal hotmik jalan kabupaten kok tipis banget aspalnya. Ini kalau kena hujan cepat brodol (rusak),” ucap salah satu warga Saptorenggo, Mulyadi.

Direktur PuSDek, Asep Suriamaan menambahkan pihaknya siap menerima pengaduan masyarakat apabila ada proyek kabupaten Malang yang diduga kuat pekerjaannya asal-asalan atau menyalahi spek untuk mengejar keuntungan besar.
“Masyarakat harus berani bersuara, kami akan tindaklanjuti apabila benar pekerjaan hotmix Asrikaton-Banjararum tidak sesuai spek,” kata Asep. (Tim red)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta