
SURABAYA | TAGAR INDONESIA.COM – Pemkot Surabaya bakal menerapkan lagi kebiasaan naik transportasi umum bagi ASN untuk menekan penghematan BBM (Bahan Bakar Minyak).
Hal ini dilakukan Pemkot Surabaya sebagai bentuk mengikuti arahan Pemerintah Pusat yang menerapkan kebijakan work from home (WFH) terkait penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan soal kebijakan WFH masih menunggu arahan Prabowo Subianto Presiden RI.
Sementara ini, pemkot masih menjalankan work from anywhere (WFA) dengan catatan lokasi kerja ASN untuk melayani publik seperti di balai RW.
“Kenapa dulu yang dia (ASN) kerja di balai RW itu adalah mereka yang punya rumah terdekat di sana. Jadi tidak ngantornya di mana. Di pemerintah kota, di balai kota, tapi ngantornya di balai RW. Jadi terkait dengan WFH ini kita nunggu arahan Presiden,” ujar Eri kepada awak media.
Rencananya pemkot Surabaya dalam memaksimalkan penghematan penggunaan BBM juga akan menjalankan satu hari pegawai ASN naik transportasi umum.
Eri mengungkapkan seperti tahun sebelumnya Pemkot Surabaya pernah melakukan satu hari dalam lima hari kerja pegawai negeri yang berkantor di Balai Kota Surabaya atau di kantor manapun tidak boleh menggunakan kendaraan pribadi.
“Pegawai ASN naik kendaraan umum. InsyaAllah hari Jumat,” ucap politisi PDIP ini (30/3/2026)
Dengan kebiajakan ini, kata Eri bagi ASN yang tempat tinggalnya dekat dengan balai RW, diminta naik sepeda.
Rencana sementara penerapan kebiasaan itu dihari Jumat, namun akan kembali disesuaikan jika hari Jumat merupakan hari yang dipilih pemerintah pusat untuk menerapkan WFH.
Namun ia usul agar WFH tidak mendekati Sabtu-Minggu atau hari libur.
“Sehingga apa, bisa mengontrol bagaimana itu hasil pekerjaannya seperti apa. Tapi kembali lagi kalau itu sudah ditetapkan oleh kementerian hari apa, maka semua daerah harus mengikuti. Tapi kami memang berharapnya tidak di hari mendekati liburan atau sesudah liburan,” bebernya lagi.
Diberitakan sebelumnya, Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian memastikan kebijakan work from home (WFH) akan ditetapkan pada bulan Maret.
Kebijakan WFH mulai diterapkan setelah Lebaran, sebagai upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia. (Red/Gus).


















