IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Cara Unik Paguyuban Kesenian Singo Ludro, Berbagi Takjil Sambil Gelar Reog Ponorogo

  • Bagikan
banner 468x60

TAGARINDONESIA.COM- Paguyuban Kesenian Singo Ludro memiliki cara unik dalam program berbagi takjil bagi masyarakat Kota Malang yang melintas di sepanjang Jalan Terusan Dieng, Sukun, Kota Malang, Minggu (09/03/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan secara spontanitas atas dukungan tiga Rukun Warga (RW) di wilayah setempat meliputi RW 5, 7 dan 8 dikemas dengan menggelar seni pertunjukkan Reog Ponorogo.

Selain itu pengguna jalan juga dihibur tari-tarian (jatilan).

Tak ayal pertunjukkan kesenian itu berhasil mencuri perhatian warga untuk menonton, sembari menunggu datangnya waktu berbuka puasa.

Dari pantauan media dilapangan, terlihat penari jatil cilik nampak antusias membagikan takjil gratis kepada pengendara yang melintas di lokasi.

Penasehat paguyuban Singo Ludro R. Widiyatma Jendrawidjaya mengapresiasi dengan kolaborasi yang terjalin. Hal tersebut, menurutnya menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong antar warga dalam melestarikan budaya dan berbagi kebaikan.

Baca Juga:  Ada Pendangkalan di Sungai Bango Pasca Longsor, Warga RT 02 RW 12 Kelurahan Pandanwangi Berharap Ada Pengerukan Agar Tak Ada Longsor Lagi

“Terselenggaranya acara ini di dasari oleh niat tulus untuk berbagi dan menjalin silaturahmi. Selain itu, mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga,” tutur Widi Higam sapaan akrabnya.

Momentum berbagi takjil gratis, menurut Widi Higam berdampak sangat positif. Disisi lain, mempunyai makna yang sangat mendalam.

“Kembali lagi kalau dimaknai, kita hadir tidak hanya berbagi takjil saja. Akan tetapi wadah untuk bersilahturahmi sekaligus mewujudkan kepedulian, baik terhadap seni budaya maupun sosial,” tambahnya.

Penting diketahui bersama Paguyuban Singo Ludro bukan sekadar kelompok seni biasa. Namun merupakan wadah persaudaraan pelestari Reog Ponorogo lawasan. Keberadaannya sendiri sebagai penjaga tradisi yang memegang teguh pakem dan pewaris seni.

Baca Juga:  Dishub Garap DED, Pj Wali Kota Malang Pastikan Pembangunan Lahan Parkir Eks Mandiri Tak Merubah Bangunan Cagar Budaya

Paguyuban Singo Ludro bermakas berada di Jalan Pisang Agung nomor 31, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Meskipun lokasi kegiatan dikenal cukup strategis di lalui kendaraan lalu lintas. Kendati demikian tidak mengakibatkan kemacetan berarti, mengingat ada bantuan dari Babinkamtibmas setempat yang membantu kelancaran arus lalu lintas.

Bak gayung bersambut, mayoritas warga maupun pengguna jalan yang melintas menyambut baik kegiatan berbagi takjil gratis Paguyuban Singo Ludro.

” Kegiatan semacam ini sangat menghibur sekali sangat positif, terlebih mengangkat kearifan kesenian lokal. Penari jatilnya juga kaum milineal, luar biasa nya lagi meski asal Ponorogo di bumingkan di Malang Raya. Intinya kami apresiasi dengan kegiatan sosial yang dikemas dengan kesenian. Sangat perlu sekali untuk senantiasa di jaga, rawat dan lestarikan,” pungkasnya.

Baca Juga:  MPC PP Kota Malang Kolaborasi Gandeng Jowo Line Dance Bagi Takjil di Bulan Ramadhan

Sebagai informasi tambahan, serangkaian acara berbagi takjil ditutup dengan agenda berbuka puasa bersama.(doni)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta