IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Mencekam, Demo Ojol Satu Orang Dikabarkan Meninggal Dunia Usai Terlindas Kendaraan Rantis

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA | TAGAR INDONESIA.COM – Gelombang aksi demonstrasi di Pejompongan, Tanah Abang Jakarta Selatan Kamis sore (28/8/2025) memakan korban.

Salah satu peserta aksi yang merupakan seorang pengemudi ojol dikabarkan meninggal dunia setelah terlindas rantis (kendaraan taktis) milik Brimob yang digunakan untuk memecah massa di wilayah Pejompongan.

Hal itu diketahui setelah media ini menerima kiriman video amatir, yang memperlihatkan korban memakai jaket Gojek terlindas mobil rantis.

Adapun kronologinya bermula saat kendaraan rantis itu mencoba membubarkan massa yang melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan.

Mobil tersebut terlihat melaju untuk menghalau massa. Naasnya kendaraan rantis itu melindas salah satu pengemudi Gojek yang sedang berada di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Hibah Pokmas Disunat 20 Persen, Mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi Terima Fee 79 Miliar

Massa pun langsung mengerubungi kendaraan rantis tersebut agar tidak berjalan lagi dan seperti hendak mengamankan korban.

Apesnya kendaraan rantis tetap melaju lagi hingga korban terlindas lagi ban belakang.

Keterangan yang beredar di sosmed usai kejadian itu korban diketahui meninggal dunia.

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pelni Petamburan, Jakarta Pusat.

Selain satu korban meninggal, 5 orang lainnya dikabarkan juga mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut

Kericuhan demo di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, meluas hingga kawasan Pejompongan pada Kamis (28/8/2025) sore.

Sedangkan pantauan di lapangan sekitar pukul 18.05 WIB, massa terlihat mulai menduduki jalur kereta api sehingga perjalanan KRL di sekitar lokasi lumpuh total.

Baca Juga:  Bupati Lampung Tengah Terjaring OTT KPK, Amankan Barang Bukti Uang dan Logam Mulia

Kapolri Hendra Listyo Sigit membenarkan adanya kejadian tersebut.

Atas kejadian ini, Jenderal Listyo Sigit juga sudah memerintahkan Propam untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” ucap Sigit. (Red)

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta