
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Terjadinya banjir yang melanda Kota Malang pada 4 Desember 2025 lalu membuat anggota DPRD Fraksi PKS angkat bicara.
Anggota DPRD dari Fraksi PKS Dapil Klojen, H. Bayu Rekso Aji menilai Pemerintah Kota Malang belum berhasil melakukan mitigasi bencana secara efektif.
H. Bayu Rekso Aji mengungkapkan akar persoalan utama terjadinya banjir di Kota Malang lantaran fungsi drainase yang tidak optimal dan sedimentasi yang menumpuk.
Dan kondisi ini bukanlah hal baru. Akan tetapi merupakan pandangan umum hanya saja tidak ada segera ada penindakan.
Dalam lima tahun terakhir, kata Bayu, berbagai laporan teknis, tinjauan lapangan, dan rekomendasi terkait perbaikan drainase telah berulang kali di sampaikan kepada Pemkot melalui forum resmi di DPRD.
“Namun, tindakan nyata yang di lakukan di nilai masih jauh dari kebutuhan lapangan,” ujar Bayu.
Bayu menegaskan untuk menyelesaikan persoalan banjir tidak lagi memerlukan teori atau kajian akademik yang jelimet.
Sebab diagnosa masalah sudah sangat jelas. Justru yang di butuhkan adalah langkah-langkah konkret.
“Mulai dari penegakan aturan yang tegas. Khususnya terhadap bangunan yang melanggar diatas saluran air sehingga menghambat aliran air,” tutur Bayu.
Disisi lain, lanjut Bayu, anggaran harus difokuskan pada penanganan banjir.
Artinya penanganan banjir harus menjadi program prioritas.
“Jadi, program RT Berkelas perlu dievaluasi ulang dan dananya diarahkan untuk memperkuat penanganan banjir,” tegasnya.
Dengan evaluasi ini, kata Bayu, pihaknya berharap bisa menjadi pijakan perubahan agar Kota Malang dapat keluar dari siklus banjir tahunan yang terus berulang setiap kali musim hujan.
“Banjir kemarin (4 Desember 2025) tentu alarm keras. Kota ini tidak boleh terus-menerus tenggelam dalam masalah yang sebenarnya sudah kita ketahui dan kita sampaikan sejak lima tahun lalu,” urai Bayu. (Red/gus)














