IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Soal Bencana Aceh dan Sumatra, DPR RI Andreas Eddy Susetyo Ingatkan Pentingnya Solidaritas Bersama Menjaga Lingkungan

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Ir Andreas Eddy Susetyo MM mengajak seluruh masyarakat untuk merenungi terjadinya bencana alam banjir yang terjadi di Aceh dan Sumatra.

Saat berkunjung di gereja St Yohanes Pemandi Kota Malang, Andreas mengajak masyarakat untuk peduli menjaga lingkungan alam.

“Bencana banjir di Aceh dan Sumatra harus menjadi pembelajaran dan sekaligus menjadi renungan betapa pentingnya menjaga lingkungan alam sekitar kita untuk mencegah bencana,” ujar Andreas Eddy Susetyo.

Belajar dari bencana Aceh dan Sumatra, kata Andreas, sudah triliunan anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur berupa jalan, drainase, perkantoran pemerintah dll.

Akan tetapi dengan sekali banjir, investasi infrastrukrtur tersebut hancur total.

Baca Juga:  Penguatan Pilar Kebangsaan, Andreas Tekankan Ketahanan Cyber Jadi Skala Prioritas Pemerintah Di Era Digital

Kenyataan ini membuat biaya yang dibutuhkan untuk pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur yang sudah hancur akibat banjir jauh lebih besar lagi.
“Berkaca dari pengalaman Aceh dan Sumatra negara dan masyarakat harus saling sinergi untuk lebih peduli dalam menjaga kelestarian alam sehingga bencana tidak terulang. Karena jika terulang terus dampaknya jauh lebih besar,” ucap anggota komisi XI DPR RI Fraksi PDIP Dapil Malang Raya ini.

Soal banyak bencana yang terjadi di beberapa negara, Andreas teringat apa yang dikatakan Paus Leo XIV pada saat diterima kunjungan dengan perwakilan negara negara di dunia pada 29 Oktober 2025 lalu di Vatikan.

Dalam kesempatan, kata Andreas, Paus merisaukan banyaknya pemimpin negara yang kurang peduli dan merespon akan banyaknya kerusakan alam.

Baca Juga:  Kota Malang Banjir, Ketua BAKN Andreas ES Ingatkan Pemda Malang Raya Amanah Jalankan UU Pertanian Berkelanjutan dengan Menjaga Lahan Hijau

Sebab apa yang disebut perubahan iklim itu nyata adanya.
Banyak manusia di berbagai belahan dunia belum menyadari sepenuhnya gejala perubahan iklim yang dampaknya luar biasa.

Para pemangku kebijakan harusnya segera menyadari betapa dahsyatnya dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim.

Ini dibuktikan dengan kondisi yang panasnya terus meningkat, banjir di berbagai negara,
dampak kekeringan hingga mencairnya es di Kutub.

Andreas mengatakan Paus juga soal Perjanjian Paris yang merupakan perjanjian internasional yang mengikat secara hukum untuk memerangi perubahan iklim dengan membatasi pemanasan global harus menjadi komitmen bersama negara di dunia.

Sebab persoalan perubahan iklim ini hanya dapat diselesaikan dengan kebersamaan dan solidaritas Internasional umat manusia.

Baca Juga:  Andreas Eddy Susetyo : 2029 Tantangan Partai Semakin Besar, PAC PDIP 50 Persen Harus Rekrut Kader Gen Z  

“Soal perubahan iklim ini harus komitmen bersama dengan negara negara di dunia. Tidak cukup jika hanya satu negara. Tapi tugas semua umat manusia,” tegas Andreas.

Mengingat proses distribusi bantuan di Aceh dan Sumatra tidak mudah lantaran hanya bisa menggunakan helikopter.

Hal ini sesuai dengan tema Natal 2025 dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.
Jadi solidaritas harus dimulai dari keluarga.

Andreas menegaskan bertepatan dengan Natal 2025, mengajak pada masyarakat khususnya umat nasrani dalam lingkup kecil (keluarga) untuk peduli terhadap lingkungan.

“Bencana di Aceh dan Sumatra menjadi pembelajaran bersama, kesadaran bersama memelihara lingkungan tidak bisa ditawar lagi,” pungkas Andreas. (Gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta