IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

OTT Ditjen Bea Cukai, KPK Sita Uang Miliaran Rupiah dan Emas 3 Kg

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA | TAGAR INDONESIA.COM – Penyidik KPK menangkap mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu RI dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lampung dan Jakarta.

“Yang bersangkutan pejabat eselon dua di Bea Cukai sebenarnya sudah mantan ya, mantan direktur penyidikan dan penindakan. Itu yang kemudian diamankan di wilayah Lampung,” tutur Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (4/2/2026)

Bahkan dalam penangkapan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang miliaran Rupiah dan logam mulia seberat 3 kg dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

“Untuk barang bukti ada uang tunai, baik Rupiah maupun mata uang asing dan juga logam mulia. Untuk uang senilai miliaran Rupiah,” kata Budi.

Baca Juga:  Kasus Investasi Fiktif PT Taspen 1 Triliun Jalani Sidang Perdana

Dia mengatakan, beberapa pihak sudah tiba di Gedung Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan.

“Beberapa pihak sudah tiba di K4 dan sudah dilakukan pemeriksaan secara intensif. Beberapa pihak lain masih dalam perjalanan untuk dibawa ke Gedung Merah Putih KPK,” ujarnya.

Budi mengatakan, operasi senyap ini berkaitan dengan perkara importasi yang dilakukan oknum Ditjen Bea Cukai bersama pihak swasta.

“Kegiatan importasi yang dilakukan oleh pihak swasta. Yang kemudian KPK menduga adanya dugaan tindak bidang korupsi yang dilakukan oleh para pihak,” ucap dia.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menambahkan  Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta menyasar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Baca Juga:  KPK Sita 11 Mobil Mewah Milik Japto Soerjosoemarno

“Ya benar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto melalui pesan singkat, Rabu (4/2/2026).

Fitroh awalnya membenarkan operasi senyap di Jakarta, pada hari ini, Rabu.
“Benar (ada OTT),” kata dia.

Meski demikian, Fitroh belum mengungkapkan pejabat yang terjerat dalam operasi senyap tersebut.

Hanya saja, Fitroh belum mengungkap jenis tindak pidana korupsi yang ditemukan penyidik dalam OTT ini.

Fitroh juga belum mengungkap barang bukti yang disita dalam operasi senyap tersebut. (Red/gus)

 

 

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta