IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Berpengalaman 34 Tahun, Khoirul Ansori Dipercaya Bupati Trenggalek Jadi Direktur Perumda Tirta Wening

  • Bagikan
banner 468x60

TRENGGALEK | TAGAR INDONESIA.COM – Reformasi di tubuh Perumda Tirta Wening di lakukan Bupati Trenggalek M. Nur Arifin.

Ini ditunjukkan dengan dilantiknya direktur baru Perumda Tirta Wening atau PDAM Trenggalek bersamaan dengan pelantikan delapan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).

Jabatan Direktur Perumda Tirta Wening kini dijabat Khoirul Ansori. Sebelumnya Ansori pernah menjabat menjabat sebagai Kepala Unit PDAM Lawang.

Tak hanya itu Ansori juga sudah pengalaman selama 34 tahun di bidang pelayanan air minum di bawah naungan Perumda Tirta Kanjuruhan, Malang.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, mengatakan pemilihan direktur Perumda Tirta Wening dilakukan secara terbuka dan berdasarkan kualitas serta rekam jejak.

Baca Juga:  PuSDek Desak DPRD Kota Malang Segera Sidak Venue Porprov Jatim 2025 Yang Bermasalah

“Saya ingin pelayanan PDAM bisa lebih progresif ke depan. Kita buka seleksi, saya tidak kenal orangnya. Saya hanya melihat dari kualitas dan track record,” ujar Ipin Rabu (1/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Mas Ipin berharap direktur baru mampu melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari evaluasi sistem hingga peningkatan layanan kepada masyarakat.

Ipin mengatakan terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan.

Mulai melakukan asesmen terhadap kebocoran maupun kekurangan sistem yang ada saat ini

Tak hanya itu, Ipin juga mendorong pengembangan skema cross cutting, dengan menjadikan lini usaha air minum dalam kemasan (AMDK) sebagai salah satu sumber pendapatan daerah Trenggalek.

“Keuntungannya nanti digunakan untuk pemenuhan pelayanan seluruh masyarakat, termasuk asesmen sumber air agar layanan lebih optimal,” tutur politisi PDIP ini.

Baca Juga:  Dinilai Minim Manfaat dan Terkesan Menguntungkan Pemilik Modal, Warga Protes dan Minta KEK Singosari Dibubarkan

Sementara itu, Khoirul Ansori, mengatakan jabatan yang diembannya merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Bagi saya jabatan ini bukan sekadar posisi, tapi tanggung jawab untuk menjaga profesionalisme dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik,” tutur Ansori.

Ansori menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan serta menjaga integritas perusahaan.

Ansori juga akan menyusun program kerja 100 hari pertama bersama jajaran internal sebagai langkah awal pembenahan.

Tentunya persoalan mendasar masih menjadi pekerjaan rumah, seperti tingginya tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW), efisiensi biaya, serta peningkatan pendapatan perusahaan.

Tak hanya itu, Ansori juga melihat potensi pasar air minum di Trenggalek masih cukup besar, khususnya untuk pengembangan produk AMDK Tirta Pure.

Baca Juga:  Gandeng IKA Uniga, PAC PP Blimbing Santuni Anak Yatim di Kampung Budaya Polowijen

“Potensi pengembangan air minum kemasan masih besar. Kita akan tingkatkan promosi dan memperkuat brand daerah agar menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.

Ansori juga berkomitmen untuk mengevaluasi berbagai kendala teknis di lapangan, termasuk gangguan layanan saat musim hujan. (Red/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta